SENIN PEKAN BIASA I 1 Sam 1;1-8; Mrk 1:14-20

40

Hana menjadi tokoh sentral dalam kisah awal kitab Samuel. Ia sangat rindu melahirkan seorang anak kandungnya. Walau ia sangat dikasihi oleh Elkana, suaminya namun ia merasa sangat menderita.
Penderitaan itu dialaminya karena Penina, isteri muda Elkana selalu menghina dirinya, karena ia mandul. Penderitaan dan kerinduan Hana ini dijadikan oleh penulis kitab Samuel sebagai gambaran penderitaan dan kerinduan Israel akan Sabda dan kehadiran Allah di tengah-tengah kehidupan mereka sebagi bangsa terpilih.
Kepada orang Israel yang sedang mengalami penderitaan dan kerinduan tersebut, Yesus temapil memenuhinya. Yesus memulai penampilan-Nya di muka umum dengan pewartaan yang sangat penting dan menakjubkan.
Ia mewartakan dan menandaskan hadirnya Kerajaan Allah. Berita gembira kehadiran Allah dan Kerajaan-Nya mulai bergema ketika kata-kata Yesus pertama terdengar: Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat!.
Namun Yesus juga menghubungkan berita baik tersebut dengan seruan yang sama pentingnya juga: Bertobatlah dan percayalah pada Injil!. Warta dan sikap tersebut menuntut jawaban dan sikap radikal. Terhadap warta itu setiap orang ditantang dan dituntut untuk mengikuti-Nya dan bekerja bersama-Nya.
Melalui warta, tuntutan dan tindakan-Nya itu, Yesus mau menandaskan bahwa penderitaan dan kerinduan manusia hanya dapat diatasi dan diwujudkan oleh mereka yang membuka diri terhadap Yesus dan Injil-Nya dalam jalan pelayanan yang penuh kasih. itulah makna yang terpatri pada panggilan para murid pertama.

Pertanyaan utk kita:

Apa gerak hidup dan kerinduan yang sudah dan selalu terjadi di dalam diri dan hidupku? **Sejauh mana aku telah membuka diri terhadap Yesus dan Injil-Nya di dalam seluruh perjalanan hidupku?
Bagaimana usahaku untuk membarui diriku dalam wujud Kerajaan Allah?
Mari membangun gerak hidup kita untuk percaya dan bertobat kepada Allah dalam diri Yesus Kristus dan Injil-Nya. Mari membarui diri kita dalam derap wujud Kerajaan Allah.

Selamat dan semangat beraktivitas di awal pekan ini.
Tuhan memberkati kita.

RP. Ivansius A. Siallagan, OFMCap