SELASA, PEKAN BIASA II 1Sam 1:9-20; Mrk 1:21-28

30

Dalam keadaan besarnya kecemasan dan sakit hati serta kesusahan yang amat sangat, Hana berdoa tanpa suara kepada Allah. Ia sangat mengharapkan kasih karunia dari Allah, yaitu dapat melahirkan seorang anak- laki-laki.
Imam Eli tampil sebagai jalan untuk memberikan pengharapan kepada Hana. Akhirnya atas kasih karunia dari Allah, Hana melahirkan seorang anak laki-laki, namanya Samuel, yang berarti “Allah yang mengaruniakan”.
Tampilnya Yesus di hadapan umum menyatakan kehadiran Kerajaan Allah yang menghalau kekuatan jahat. Yesus tampil dalam kekuatan Allah yang meraja.
Allah yang meraja itu menyatakan kasih karunia-Nya melalui perbuatan-perbuatan baik sehingga mengusir/menghalau kekuatan jahat.
Kekuatan jahat masih menyatakan dirinya hingga saat ini. Untuk menghalau kekuatan jahat itu diperlukan kekuatan dan perjuangan istimewa.
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa hanya orang yang mengandalkan kasih karunia Allah yang mampu berjuang dan mengusir/menghalau kekuatan jahat apa pun itu.

Pertanyaan utk kita:

  • Ketika berhadapan dengan kecemasan, sakit hati, penderitaan yang ada, apa yang aku lakukan?
  • Apakah Allah dan kasih karunianya telah menjadi andalan dan kekuatanku? **Bagaimana aku telah berjuang untuk mengalahkan kejahatan di dalam hidupku?
  • Mari berjuang dalam kasih karunia Allah untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan yang berasal dari kasih karunia Allah.
  • Mari meneladani Hana untuk mengandalkan kekuatan kasih karunia Allah.

Selamat dan semangat beraktivitas pada hari ini.
Tuhan memberkati kita.

RP. Ivansius A. Siallagan, OFMCap