KAMIS, PEKAN BIASA 1Sam 4:1-11; Mrk 1:40-45.

42

Ketika bertempur melawan orang Filistin, Israel terpukul kalah. Mereka lalu mempertanyakan kekalahan tersebut. Kemudian mereka mengambil Tabut Perjanjian Tuhan di Silo.
Kehadiran Tabut Perjanjian itu membuat orang Filistin merasa gentar. Namun, orang-orang Filistin itu lalu menguatkan hati mereka dan maju berperang.
Orang Israel akhirnya dipukul kalah. Tabut Perjanjian Tuhan juga dirampas. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Kisah penyembuhan orang buta menjadi tanda nyata perhatian Yesus terhadap siapa saja yang berharap kepada-Nya.
Namun dengan tegas Yesus melarang si kusta itu untuk memberitahukan kepada siapa pun tentang peristiwa kesembuhan itu. Si kusta itu dituntut untuk melaksanakan apa yang sudah diperintahkan oleh Musa dalam kitab Taurat.
Kekalahan orang Israel dan Tabut Perjanjian dirampas serta peringatan keras dari Yesus kepada si kusta menjadi tanda peringatan bagi setiap orang beriman.
Peringatan tersebut yaitu bahwa kepercayaan kepada Allah tanpa memberikan tempat bagi Allah secara istimewa untuk berdiam di dalam hati setiap orang tidak akan menjadi daya sejati bagi hidup manusia.
Kepercayaan itu hanya akan menjadi sebuah label atau slogan belaka tanpa arti dan daya.

Pertanyaan utk kita:

  • Sejauh mana aku telah menyadari dan menghayati bahwa Allah adalah kekuatan sejati bagi hidupku? Bagaimana aku telah menyediakan tempat istimewa bagi Allah di dalam diri dan hidupku?
  • Mari menyadari dan menghayati bahwa Allah satu-satunya adalah kekuatan sejati bagi diri dan hidup setiap orang.
  • Mari menyediakan tempat istimewa bagi Allah di dalam diri dan hidup kita, sehingga menjadi daya sejati yang menghidupkan kita.

Selamat dan semangat beraktivitas pada hari ini.
Tuhan memberkati kita.

RP. Ivansius A. Siallagan, OFMCap