JUMAT, PEKAN BIASA PERINGATAN WAJIB ST. ANTONIUS, ABAS 1Sam 8:4-7,10-22a; Mrk 2:1-12

48

Karena ingin sama seperti bangsa-bangsa lain di sekitar mereka, Israel meminta Samuel mengangkat seorang raja bagi mereka.
Permintaan ini menjadi sebuah tanda yang amat penting, yaitu bahwa sebagai bangsa terpilih, Israel tidak mau menerima Raja mereka yang sebenarnya, yaitu Allah itu sendiri.
Permintaan ini juga menjadi pertanda bahwa Israel sudah melupakan jati diri mereka sendiri sebagai milik Allah, bangsa pilihan Allah. Akibatnya mereka harus menanggung risiko dari pilihan mereka itu sendiri.
Kisah penyembuhan dan pengampunan dosa oleh Yesus terhadap orang lumpuh menyadarkan kita bahwa Kerajaan Allah merupakan tawaran belas kasih Allah.
Sebagai tawaran, maka setiap orang dituntut untuk menyatakan sikapnya, menerima atau menolak. Untuk dapat menerima dan menikmati tawaran belas kasih itu, setiap orang harus memiliki iman yang teguh, membangun identitas diri yang teguh atas dasar iman kepada Allah sebagai satu-satunya jaminan kehidupan dan keselamatannya.
St. Antonius merupakan teladan hidup manusia beriman teguh kepada Allah sebagai satu-satunya dasar dan jaminan kehidupan. Imannya yang teguh akan Allah memampukan dia untuk tetap mengatasi setiap godaan setan.
Semakin setan menggodanya, semakin bertambahlah semangatnya untuk berdoa dan bermatiraga. Ia menghayati kesederhanaan hidup. Makanannya sangat sederhana, pakaiannya terbuat dari kulit domba.
Dengan berlaku demikian ia bermaksud mengarahkan seluruh perhatiannya pada usaha menjalin hubungan yang mesra dengan Allah.
Sebagai seorang rahib, Antonius tidak hanya memusatkan perhatiannya pada kontemplasi dan meditasi, tetapi juga pada pembelaan kebenaran iman Katolik.

Pertanyaan utk kita:

  • Bercermin pada St. Antonius, Abas, bagaimana aku telah menjawab dan mewujudkan tawaran belas kasih Allah bagiku?
  • Bagaimana aku telah membangun jati diriku sebagai orang beriman?
  • Atas dasar apa jati diriku itu telah aku bangun, apakah atas dasar iman atau kah atas dasar tawaran kehidupan dunia ini?
  • Bercermin pada St. Antonius, Abas mari membangun jati diri kita sebagai orang beriman atas dasar iman dalam belas kasih Allah.

Selamat dan semangat beraktivitas pada hari ini.
Tuhan memberkati kita.

RP. Ivansius A. Siallagan, OFMCap